Manusia dan Cinta
Kasih
BAB I
Pendahuluan
I. Latar Belakang
Cinta merupakan
sesuatu yang abstrak, tidak bisa dilihat tapi bisa dirasakan. Cinta adalah
sebuah bentuk emosi dari kasih sayang yang kuat dan
ketertarikan pribadi seseorang terhadap suatu objeck. Cinta yang membedakan
manusia dengan makhluk Tuhan lainya. Cinta akan menimbulkan rasa empati,
perhatian , tanggung jawab dan saling menghormati terhadap objeck yang
dicintainya.
Rasa cinta manusia tidak hanya cinta terhadap sesama manusia
seperti pada keluarga, teman, saudara ,melainkan rasa cinta terhadap
Tuhan dan seluruh makhluk ciptaan-Nya seperti hewan dan tumbuhan. .
Selain itu kita juga harus mencintai Pekerjaan kita.Cinta dapat menimbulkan
sinergi Positive dalam tubuh kita. Membuat kita menjadi lebih bersemangat, rala
berkorban dan pantang menyerah. Contohnya jika kita mencintai pekerjaaan kita,
kita akan senantisa bekerja dengan sepenuh hati kita, bekerja keras, pantang
menyerah, bertanggung jawab dan memberikan hasil yang maksimal.Namun cinta
tidak hanya menimbulkan perasaaan positive, cinta juga dapat menimbulkan
perasaan negative. Cinta dapat membuat kita buta terhadap suatu hal sehingga
tidak menggunakan logika dan pikiran kita. Rasa cinta berlebih terhadap
suatu hal dapat menyababkan prtilaku yang buruk seperti membuat kericuhan yang
membabibuta, ingin memajukan sesuatu yang mereka cintai dengan mengabaikan
toleransi dan pandangan hidup setiap individu. Contohnya adalah kelompok ISIS.
Mereka sangat mencintai islam dan menginginkan kekhalifahan islam dimuka bumi.
Namun merekan menggunakan cara yang salah yaitu dengan menggunakn
kekerasan, seperti pemenggalan dan pembudakan Non-islam dan umat
islam yang tidak sepaham sehingga mereka mengabikan toleransi dan
pandangan hidup seseorang. Sehingga mereka menjadi musuh musuh Negara Negara
terutama Negara non-muslim.
II. RUMUSAN MASALAH
1. Pengertian Cinta
Kasih
2. Cinta Menurut
Ajaran Agama
3. Bentuk-Bentuk
Cinta
III. Analisis
IV. Penutup
BAB II Kajian Teori
A. Secara Terminologi dan Etimologi
· Secara Terminologi
Penggunaan istilah cinta dalam masyarakat
Indonesia dan Malaysia lebih dipengaruhi perkataan love dalam
bahasa Inggris. Love digunakan dalam semua amalan dan arti
untuk eros, philia, agape dan storge. Namun
perkataan-perkataan yang lebih sesuai masih ditemui dalam bahasa serantau dan
dijelaskan seperti berikut:
Ø Cinta
yang lebih cenderung kepada romantis, asmara dan hawa nafsu, eros.
Ø Sayang
yang lebih cenderung kepada teman-teman dan keluarga, philia.
Ø Kasih
yang lebih cenderung kepada keluarga dan Tuhan, agape.
Ø Semangat
nusa yang lebih cenderung kepada patriotisme, nasionalisme dan narsisme, storge.
· Secara Etminologi
Beberapa bahasa, termasuk bahasa Indonesia atau bahasa Melayu apabila dibandingkan dengan beberapa bahasa
mutakhir di Eropa, terlihat lebih banyakkosakatanya dalam mengungkapkan konsep ini.
Termasuk juga bahasa Yunani kuno,
yang membedakan antara tiga atau lebih konsep: eros, philia,
dan agape.
Cinta adalah perasaan simpati yang melibatkan
emosi yang mendalam. Menurut Erich Fromm, ada lima syarat untuk mewujudkan cinta kasih,
yaitu:
Ø Perasaan
Ø Pengenalan
Ø Tanggung
jawab
Ø Perhatian
Ø Saling
menghormati
Erich Fromm dalam buku larisnya (The Art of
Loving) menyatakan bahwa ke empat gejala: care, responsibility, respect, knowledge muncul
semua secara seimbang dalam pribadi yang mencintai. Omong kosong jika seseorang
mengatakan mencintai anak tetapi tak pernah mengasuh dan
tak ada tanggung jawab pada si anak. Sementara tanggung jawab dan pengasuhan
tanpa rasa hormat sesungguhnya & tanpa rasa ingin mengenal lebih dalam akan
menjerumuskan para orang tua, guru, rohaniwan, dan individu lainnya pada sikap
otoriter.
Cinta adalah perasaan (rasa) suka terhadap
makhluk hidup (manusia). Sedangkan kasih adalah perasaan kasih atau belas kasih
terhadap makhluk hidup (manusia). Jadi Cinta Kasih dapat diartikan suatu
perasaan manusia yang berdasar pada ketertarikan antar makhluk hidup (manusia)
dengan didasari pula rasa belas kasih. Victor Hago menyimpulkan,
“mati tanpa cinta sama halnya dengan mati dengan penuh dosa”. Dan Erich
Fromm dalam bukunya menyebutkan, “cinta itu yang paling utama adalah
memberi, bukan menerima. Yang paling penting dalam memberi adalah hal-hal yang
sifatnya manusiawi, bukan material. Yang merupakan ungkapan paling tinggi dari
kemampuan”. Cinta dapat berlangsung sesaat, tetapi rasa kasih sayanglah yang
akan menuntun dan melanjutkan seseorang untuk mengetahui apa itu arti cinta
yang sesungguhnya. Setiap orang memang mempunyai pengertian cinta yang berbeda,
tergantung individu itu sendiri yang mengalami suatu kejadian atau pengalaman
yang ia alami.
Dr. Sarwito W. Sarwono mengemukakan bahwa
cinta memiliki 3 unsur, yaitu ketertarikan, keintiman, dan kemesraan.
Ketertarikan adalah perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas hanya
untuk dia. Keintiman adalah adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku untuk
menunjukkan bahwa seseorang itu dengan seseorang lainnya sudah tidak ada jarak
lagi. Sedangkan kemesraan adalah adanya rasa ingin mengenal lebih dekat dengan
seseorang yang dekat dengan kita. Biasanya kemesraan ditunjukkan dengan
perilaku saling bersentuhan maupun dengan ucapan atau kata-kata yang lebih mendalam.
B. Cinta Menurut Ajaran Agama
· Cinta Menurut Agama ISLAM
Dalam ajaran agama Islam, terutama yang di jelaskan dalam Al-Qur’an, cinta memiliki beberapa pengertian. Cinta Rahmah, cinta penuh kasih sayang, lembut, rela berkorban dan siap melindungi. Cinta Mawaddah, cinta yang menggebu-gebu atau cinta yang membara. Cinta Mail, cinta yang hanya bersifat sementara, sehingga seseorang tersebut ingin meminta perhatian dari banyak orang hinggal hal-hal lain cenderung kurang diperhatikan. Contohnya adalah poligami (ketika kita sedang jatuh cinta kepada yang lebih muda, yang tua (lama) tidak diperhatikan lagi).
Cinta Shobwah, cinta yang mendorong
perilaku menyimpang tanpa sanggup mengelak (secara tidak sadar dia tidak tahu
apa yang telah ia perbuat). Cinta jenis ini sering dikatakan cinta buta.
Cinta Kulfah, perasaan cinta yang disertai
kesadaran mendidik kepada hal-hal yang positif, meski itu sulit untuk dijalani.
Dalam agama Islam, sebenarnya cinta tidak
diperbolehkan, karena belum mukhrim. Karena belum boleh mencintai dan memiliki
lawan jenis sebelum menikah. Pacaran pun sebenarnya dilarang. Dalam agama
Islam, cinta yang dimaksudkan adalah cinta terhadap Allah S.W.T, cinta terhadap
orang tua, cinta terhadap sesama manusia (rasa belas kasih), cinta terhadap
semua makhluk ciptaan-Nya.
· Cinta Menurut Agama Kristen (Protestan &
Katholik)
1. Cinta adalah pencipta keindahan terhebat
(Tim 2:9-10)
2. Cinta adalah suatu wujud keinginan;dalam
niat dan tindakan (1 Yoh 3:18)
3. Cinta harus menjadi dasar dari segala
sesuatu (1 Kor 13:3)
· Cinta Menurut Agama Hindu
Cinta adalah perasaan pada kesenangan,
kesetiaan, kepuasan terhadap suatu obyek. Sedangkan kasih adalah perasaan cinta
yang tulus lascarya terhadap suatu obyek. Obyek dari cinta kasih itu adalah
semua ciptaan Sanghyang Widhi Wasa,Tuhan Yang Maha Esa.
Ciptaan Tuhan dapat digolongkan dalam
tingkatan sesuai eksistensinya atau kemampuannya yaitu:
Eka pramana ialah makhluk hidup yang
hanya memiliki satu aspek kemampuan berupa bayu/tenaga/ hidup, seperti
tumbuh-tumbuhan.
Dwi pramana ialah makhluk hidup yang memiliki
dua aspek kemampuan berupa bayu dan sabda/bicara, seperti hewan/binatang.
Tri pramana ialah makhluk hidup yang
memiliki tiga aspek kemampuan berupa bayu, sabda dan ide/pikiran, seperti
manusia.
· Cinta menurut agama Budha
Dalam Nikaya Pali, yaitu Dhammapada ada satu
bab yang diberi judul Piya Vagga yang berarti kecintaan. Begitu pula dalam
Majjhima Nikaya terdapat sutta yang berjudul Piyajatika Sutta yaitu khotbah
tentang orang-orang tercinta.
Dalam Bahasa Pali juga ditemukan beberapa
istilah cinta, seperti: piya, pema, rati, kama, tanha (jawa trenso), ruci, dan
sneha yang memiliki arti: rasa sayang, kesenangan, cinta kasih sayang,
kesukaan, nafsu indera (birahi), kemelekatan, dsb, yang terjalin antara dua
insan berbeda jenis atau cinta dalam lingkup keluarga.
C. Bentuk Bentuk Cinta
A. Kasih Sayang
Kasih sayang adalah perasaan cinta untuk
saling menghormati, mengasihi, menyayangi semua makhluk ciptaan Tuhan.
Kasih sayang adalah faktor penting dalam suatu
kehidupan. Karena jika kita memiliki cinta namun tidak berdasar pada kasih
sayang, maka seseorang tersebut tidak mengerti apa itu cinta yang sesungguhnya,
cinta terhadap makhluk ciptaan Tuhan. Maka perasaan cinta harus didasari oleh
kasih sayang atau belas kasih.
B. Kemesraan
Kemesraan berasal dari kata dasar mesra, yang
artinya perasaan simpati yang akrab. Kemesraan pada dasarnya merupakan kasih
yang telah mendalam. Kemesraan adalah hubungan akrab antara pria dan wanita
atau suami dan istri. Kemesraan merupakan bagian hidup manusia.
Yose Ortega Y Gasset dalam novelnya ‘On Love’
mengatakan, “di kedalaman sanubarinya seorang pencinta merasa dirinya bersatu
tanpa syarat dengan objek cintanya. Persatuan bersifat kebersamaan yang
mendasar dan melibatkan seluruh eksistensinya”.
Selanjutnya Yose mengatakan, bahwa si pecinta
tidaklah akan kehilangan pribadinya dalam aliran energy cinta tersebut. Malahan
pribadinya akan diperkaya dan dibebaskan. Cinta yang demikian merupakan pintu
bagi seseorang untuk mengenal dirinya sendiri.
Cinta yang berlanjut menimbulkan pengertian
mesra atau kemesraan. Kemesraan merupakan perwujudan dari cinta. Kemesraan
dapat menimbulkan daya kreatifitas manusia. Dengan kemesraan seseorang dapat
menciptakan bentuk seni sesuai dengan kemampuan dan bakat. Dapat dituangkan
dalam berbagai macam seni misalnya seni tari, seni musik, dsb.
Dalam seni tari berbagai daerah mengenal
bentuk tari kemesraan seperti tari Karonsih dan Gatotkaca Gandrung dari Jawa
Tengah, tari Merak dari Jawa Barat. Biasanya seni tari disajikan dalam upacara
pernikahan.
C. Pemujaan
Pemujaan adalah perwujudan cinta manusia
terhadap Tuhan. Kecintaan manusia terhadap Tuhan tidak dapat dipisahkan dari
kehidupaan manusia. Hal ini dikarenakan pemujaan kepada Tuhan adalah inti,
nilai dan makna kehidupaan yang sebenarnya. Penyebab hal tersebut terjadi
karena Tuhan pecipta alam semesta. Seperti dalam surat Al-furqan ayat 59-60
yang menyatakan: “dia yang menciptakan langit dan bumi beserta apa-apanya
diantara keduanya dalam 6 rangkaian masa, kemudian dia bertahta diatas singgah
sananya. Dia maha pengasih, maka tanyakanlah kepadaNya tentang soal-soal apa
yang perlu diketahui.” Selanjutnya ayat 60, “bila dikatakan kepada mereka,
sujudlah kepada Tuhan yang Maha Pengasih.”
Kalau manusia cinta kepada Tuhan karena Tuhan
sungguh maha Pengasih dan Maha Penyayang. Kecintaan manusia itu
dimanivestasikan dalam bentuk pemujaan atau sembahyang. Dalam kehidupan manusia
terdapat berbagai cara pemujaan sesuai dengan agama,kepercayaan,kondisi dan
situasi. Sembahyang dirumah, dimasjid, digereja,dipura,dicandi, bahkan ditempat
yang dianggap keramat merupakan perwujudan dari pemujaan kepada Tuhan. Oleh
karena itu, pemujaan ini sebenarnya karena manusia ingin berkomunikasi dengan
Tuhannya. Hal itu berarti manusia mohon ampun atas segala dosanya,mohon
perlindungan,mohon dilimpahkan kebijaksanaan,dsb.
Pemujaan dapat menimbulkan daya kreatifitas
pecintanya dengan cara mencipta. Banyak kita temui Arca-arca yang menggambarkan
dewa-dewa yang dipuja dalam kesenian pahat.
Seni tari pun ada pula yang bersifat
mengagungkan nama Tuhan atau yang dianggap “Tuhan”. Misalnya Tari Sanghyang
Dedari dan Tari Sangyang Jaran di Bali adalah Tarian yang bersifat Keagamaan.
Tarian ini hanya ditarikan pada upacara agama, tidak boleh ditonton oleh para
turis, penontonnya pun terbatas serta ditarikan pada dini hari tidak sembarang
waktu.
Di Jawa pemujaan diungkapkan dalam bentuk
wayang kulit. Dalang wayang kulit dianggap orang lebih daripada orang awam.
Dalam seni musik, banyak didendangkan lagu
yang bersifat mengagungkan nama Tuhan. Lagu-lagu keagungan Tuhan bukan hanya
terdapat dalam agama Kristen atau Katholik saja, gama Islam,agama Hindu dan
Agama Buddha pun mengenal lagu-lagu keagungan Tuhan. Bahkan lagu modern pun ada
lagu yang mengagungkan nama Tuhan.
D. Belas Kasihan
Belas kasihan adalah emosi manusia yang muncul
akibat melihat penderitaan orang lain. Rasa belas kasihan membuat orang-orang
merasa iba sehingga ingin menolong atau memberikan sesuatu yang bisa
membahagiakan atau meringankan beban orang-orang yang mengalami kesulitan atau
musibah.
Belas kasihan juga dilandaskan dengan rasa
kasih sayang sesama manusia. Jadi sesama umat manusia kita harus saling tolong
menolong untuk meringankan beban setiap orang yang mengalami kesulitan.
Sehingga setiap orang dapat merasakan kebahagiaan.
Belas kasihan dapat menimbulkan daya
kreatifitas yang berarti orang yang dapat berbuat,berkarya,mencipta,dsb.
Kreatifitas itu bisa dalam bentuk seni yaitu seni suara,seni sastra,dll.
E. Cinta Kasih Erotis
Dalam cinta kasih persaudaraan merupakan cinta
kasih antar orang yang sama dan sebanding. Sedangkan cinta kasih ibu merupakan
cinta kasih terhadapa orang lemah yang tanpa daya. Walaupun terdapat perbedaan
besar antara keduanya tetapi mempunyai kesamaan bahwa pada hakekatnya cinta
kasih tidak terbatas hanya seorang saja. Berlawanan dengan 2jenis cinta kasih
diatas adalah cinta kasih erotis yaitu kehausan akan penyatuan yang sempurna,
akan penyatuan dengan seseorang lainnya.
Cinta kasih erotis seringkali dicampur baurkan
dengan pengalaman yang eksplosif berupa jatuh cinta. Mulai dari pengalaman
intimitas, kemesraan yang tiba-tiba atau sementara saja. Cinta kasih erotis
adalah rasa cinta yang dipenuhi oleh nafsu dan rasa ingin lebih memiliki lebih
F. Cinta Kepada Sesama
Contoh bentuk cinta terhadap manusia adalah :
- Memberi perhatian kepada seseorang, seperti saat teman dalam keadaan susah dengan membantunya dan mengingatkan untuk selalu berbuat kebaikan
-Memberikan kasih sayang, seperti kepada anak yatim piatu dengan cara membagikan kebahagiaan kepada mereka
-Memberi bantuan kepada yang membutuhkan , seperti kepada orang yang terkena musibah
Yang terpenting dalam menunjukan rasa cinta terhadap sesama adalah dengan bersikap ramah kepada orang disekitar kita, berlaku sopan, dan peduli terhadap orang lain.
G. Cinta Kepada Alam
Contoh bentuk cinta kepada alam adalah:
-Merawat lingkungan sekitar kita, seperti tidak merusak tanaman/rumput, tidak membuat polusi udara dengan merokok dan membakar sampah sembarang, dan tidak membuang sampah sembarangan.
-Menanam pohon disekitar kita, dan jika menebang pohon melakukan penanaman kembali
H. Cinta Kepada Tuhan
Contoh bentuk cinta terhadap tuhan adalah:
-Menjalankan segala perintahnya dan menjauhi larangannya
-Selalu ingat kepadanya saat senang maupun duka
BAB III STUDI KASUS
DAN ANALISIS
Studi Kasus manusia dan cinta kasih yang akan Kami sampaikan adalah tentang seorang anak yang
memiliki seorang Ibu yang kejam tanpa
seorang Ayah, seperti yang kita tahu keluarga yang utuh bisa tercipta karna
ada Ayah, Ibu, dan Anak.
Anak yang di lahirkan tanpa seorangAyah akan merasa
kurang kasih sayang dan cinta dari seorang Ayah
bahkan tidak dapat merasakannya, apalagi ibu yang melahikan tidak memberikan perhatian yang layak sebagai seorang
anak, anak tersebut akan lebih cenderung ke hal-hal yang negatif seperti menjadi anak yang nakal,
keras kepala, dan pemberontak. Hal ini juga
dapat merugikan orang lain karna dia dapat
melukai perasaan orang lain dengan sikapnya. Sehingga dia juga tidak peduli
bahkan tidak peka akan cinta, kasih sayang dan perhatian.
Dalam hal ini tanggung jawab sangat berperan besar dalam hubungan manusia dengan
cinta kasih karna setiap manusia membutuhkan cinta kasih dari seorang Ibu yang melahirkan anaknya dan membutuhkan
perhatian serta dukungan moal dari seorang ibu.
Jadi, dari kejadian di
atas kita dapat menganalisis bahwa cinta dan kasih sangat berperan penting dalam perkembangan seorang anak
dan pembentukan kepribadian seseorang.
BAB IV. MIND MAP
Penutup
Demikianlah makalah yang Kami buat semoga
dapat Bermanfaat serta menambah wawasan Bagi pembacanya. Dan penulis mohon maaf
apabila ada kesalahan dalam penulisan kata dan kalimat yang tidak jelas dan
kurang dimengerti.
Untuk kesempurnaan makalah kami,mohon kritik
dan saran yang membangun. Sekian penutup dari kami semoga berkenan di hati dan
Kami ucapkan Terima Kasih.
Daftar Pustaka
http://id.wikipedia.org/wiki/Cinta
No comments:
Post a Comment