I. Manusia
dan penderitaan
Penderitaan sepertinya
tidak pernah berhenti menghampiri Indonesia. Berbagai peristiwa menghampiri dan
membuat banyak orang harus menderita, harus menangis karena ditingalkan
orang-orang yang dikasihi, kedinginan karena rumahnya terhempas badai tsunami,
kepanasan karena tidak memiliki rumah untuk berteduh sudah ambruk terkena gempa,
sehingga penderitaan yang panjang harus dialami dan dirasakan. Sepertinya
penderitaan tidak pernah bosan menjumpai manusia. Ia akan ada dan terus hadir
dalam kehidupan manusia.
Penderitaan berasal dari
kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan
atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak
menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin, atau lahir
batin. Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas
penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat ada juga yang ringan. Namun
peranan individu juga menentukan berat-tidalmya intensitas penderitaan. Suatu
peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan
penderitaan bagi orang lain.
₰ Penderitaan menurut para ahli
Setiap
manusia yang hidup di dunia pasti pernah merasakan penderitaan, Baik itu ringan
ataupun berat. Tuhan memiliki cara sendiri untuk mengukur seberapa kuat iman
hambanya. Manusia hanya perlu menjalani hidupnya dengan sebaik baiknya dengan
aturan yang berlaku dan sesuai dengan kepercayaan masing-masing.
₰ Bentuk Frustasi
Bentuk
frustasi antara lain :
1)
Agresi berupa kemarahan yang meluap-luap akibat emosi yang tidak terkendali
dan secara fisik berakibat mudah terjadinya hypertensi (tekanan darah
tinggi) atau tindakan sadis yang dapat membahayakan orang sekitar.
2)
Regresi adalah kembali pada pola reaksi yang primitif atau kekenak2an
(infantil).
3)
Fiksasi adalah peletakan atau pembatasan pada satu pola yang sama (tetap).
4)
Proyeksi merupakan usaha meleparkan atau memproyeksikan kelemahan dan
sikap-sikap sendiri yangnegatif pada orang lain.
5)
Identifikasi adalah menyamakan diri dengan seseorang yang sukses dalam
imaginasinya.
6)
Narsisme adalah self love yang berlebihan, sehingga yang bersangkutan
merasa dirinya lebih superior daripada orang lain.
7)
Autisme adalah gejala menutup diri secara total dari dunia riil, tidak mau
berkomunikasi dengan orang lain, ia puas dengan fantasynya sendiri yang dapat
menjurus ke sifat yang sinting
₰
Penyebab munculnya penderitaan
kurang
syukur. Ingat perumpamaan jerawat dan hidung. Ada orang yang muncul jerawat di
hidungnya, kemudian dia mengeluhkan jerawat itu. Padahal, jika dia mau melihat
lebih luas, mestinya dia bersyukur bahwa jerawatnya tidak sebesar hidungnya dan
bahwa masih banyak bagian di mukanya yang bersih dari jerawat. Ia akan
menderita jika hanya fokus pada satu jerawatnya saja.
₰
Hubungan Manusia dan penderitaan
Allah
tetap kekal dan tak pernah terikat dengan penderitaan. Makhluk bernyawa
memiliki sifat ingin tepenuhi segala hasrat dan keinginannya. Perlu di pahami
makhluk hidup selalu membutuhkan pembaharuan dalam diri,
seperti memerlukan bahan pangan untuk kelangsungan hidup, membutuhkan air
dan udara, dan membutuhkan penyegaran rohani berupa ketenangan. apabila
tidak terpenuhi manusia akan mengalami penderitaan. dan bila sengaja tidak di
penuhi manusia akan melakukan penganiayaan. namun bila hasrat menjadi patokan
untuk selalu di penuhi akan membawa pada kesesatan yang berujung pada
penderitaan kekal di akhirat.
II.Siksaan
Siksaan
dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa
siksaan jiwa atau rohani. Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbullah
penderitaan. Siksaan yang sifatnya psikis bisa berupa : kebimbangan, kesepian,
ketakutan. Ketakutan yang berlebih-lebihan yang tidak pada tempatnya disebut
phobia.banyak sebab yang menjadikan seseorang merasa ketakutan antara lain :
claustrophobia dan agoraphobia, gamang, ketakutan, kesakitan, kegagalan. Para
ahli ilmu jiwa cenderung berpendapat bahwa phobia adalah suatu gejala dari
suatu problema psikologis yang dalam, yang harus ditemukan, dihadapi, dan
ditaklukan sebelum phobianya akan hilang. Sebaliknya ahli-ahli yang merawat
tingkah laku percaya bahwa suatu phobia adalah problemnya dan tidak perlu menemukan
sebab-sebabnya supaya mendapatkan perawatan dan pengobatan. Kebanyakan ahli
setuju bahwa tekanan dan ketegangan disebabkan oleh karena si penderita hidup
dalam keadaan ketakutan terus menerus, membuat keadaan si penderita sepuluh
kali lebih parah.
₰ Kebimbangan
didalam kehidupan seorang yang beriman tidak
terlepas dari kebimbangan dan kesedihan yang mengeruhkan kebeningan
kehidupannya dan mematahkan kenikmatannya. Perkara ini akan menghapuskan
dosa-dosanya dan mengangkat derajatnya. Cara mengatasi kebimbangan :
Ø Beriman dan beramal shaleh.
Ø Kegembiraan seorang muslim karena apa yang
diperolehnya berupa pahala yang agung, upah yang besar, sebagai balasan atas
kesabaran dan harapan pahala dari Allah subhanahu wata’ala atas
bencana-bencana yang menimpanya itu baik berupa kebimbangan duniawi dan segala
bentuk musibahnya.
Ø Mengetahui hakekat dunia, bahwa dia fana,
kesenangan yang ada padanya sangatlah sedikit, kelezatannya bisa mendatangkan
kekeruhan, tidak pernah menjanjikan kecerahan bagi siapapun, jika seseorang
tertawa di dunia dalam sesaat, maka orang itu menangis di dunia dalam waktu
yang panjang, jika dia seseorang gembira di dunia dalam waktu yang pendek maka
dia juga membuat seseorang, banyak bersedih.
Ø Kebimbangan dan kecemasan yang terjadi dunia
ini akan membuat jiwa ini tercerai berai, memporak-porandakan kekuatannya,
namun jika seseorang menjadikan orientasinya mengarah kepada akherat maka
Allah subhanahu wata’ala akan mengumpulkan kekuatannya dan
tekadnya akan dimantapkan.
Ø Berdo’a. Langkah ini adalah penawar yang paling
ampuh dalam menghilangkan kebimbangan dan kebingungan.
₰ Kesepian
Kesepian
atau loneliness adalah suatu keadaan mental dan emosional yang dicirikan dengan
perasaan kehampaan, merasa sunyi, tidak memiliki teman, terisolasi dan tidak
adanya seseorang yang memahami akibat dari ketidaksesuaian hubungan sosial yang
diharapkan dengan kenyataan kehidupan interpersonal yang menyebabkan
terhambatnya atau berkurangnya hubungan sosial yang dimiliki seseorang.
₰ Ketakutan
Ada tiga macam phobia yang digolongkan oleh para ahli, seperti
dikutip dari WebMD, yaitu sebagai berikut:
Ø Agoraphobia
Phobia yang
muncul ketika berada di tempat yang ramai dan penuh orang. Umumnya orang yang
menderita phobia semacam ini akan berusaha mencari jalan keluar dari keramaian
dan mencari tempat yang sepi.
Ø Social phobia
Adalah
phobia yang muncul saat bertemu dengan seseorang. Orang itu akan berusaha
sebisa mungkin menghindari pertemuan dengan orang lain.Phobia tersebut meliputi
perasaan takut bahwa orang akan menilai fisiknya buruk, takut dibicarakan atau
takut bersikap buruk
Ø Spesific phobia
Adalah
sebuah phobia atas suatu obyek atau situasi. Yang dibagi lagi menjadi beberapa
phobia spesifik, seperti berikut ini:
1.
Claustrophobia: phobia berada di ruang yang sempit
Phobia ini
muncul saat seseorang berada di ruang sempit seperti di dalam lift, toilet
pesawat, kamar mandi yang ukurannya kecil, atau tempat sempit lainnya. Saat
merasakan ketakutan, mereka cenderung akan gugup, berkeringat, dan kehabisan
nafas.
2. Brontophobia:
phobia akan halilintar/petir
Nama
brontophobia diambil dari bahasa Yunani, bronte yang berarti petir. Mereka yang
mengalami phobia ini biasanya menolak keluar saat sedang hujan dan ada petir.
3. Acrophobia: phobia ketinggian
Mereka yang
mengalami phobia ini sangat takut bila berada di ketinggian. Biasanya wajah
mereka akan sangat tegang, mengeluarkan keringat dingin, wajah akan menjadi
pucat dan bahkan mematung.
III.Kekalutan
mental
₰ Definisi
Penderitaan
batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih
sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat
ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang
bersangkutan bertingkah secara kurang wajar. Gejala – gejala permulaan bagi
seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah : Tampak pada jasmani yang
sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung. Tampak pada
kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah
marah. Sebab – sebab timbulnya kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara
lain sebagai berikut : Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau
mental yang kurang sempurna. Hal – hal tersebut sering menyebabkan yang
bersangkutan merasa rendah diri yang secara berangsur – angsur akan menyudutkan
kedudukannya dan menghancurkan mentalnya. Terjadinya konflik sosial budaya
akibat norma berbeda antara yang bersangkutan denga apa yang ada dalam
masyarakat. Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang
berlebihan terhadap kehidupan sosial, over acting sebagai over compensatie.
₰ Sebab Sebab kekalutan mental
Secara
lebih sederhana mental disorder atau kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan
akibat ketidak mampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi
sehingga yang bersangkutan bertingkah laku secara kurang wajar. Gejala
permulaan bagi seseorang yang mengalami mental disorder atau kekalutan mental
adalah :
a) nampak pada jasmani yang sering merasakan
pusing, sesak napas, demam, dan nyeri pada lambung
b)
nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis,
cemburu, mudah marah..
Sebab-sebab timbulnya mental disorder:
a) Kepribadian yang lemah akibat kondisi
jasmani atau mental yang kurang sempurna
b)
terjadinya konflik sosial budaya
c)
cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan
terhadap kehidupan social.
DAFTAR
PUSTAKA